#UNTAGSURABAYA #KITAUNTAG

Tugas 1

Jurnal 1

Judul

Strategi Pengembangan Ekonomi Mikro di Pondok Pesantren

Nama Jurnal

Jurnal Manajemen Bisnis dan Ekonomi

Vol dan Hal

Vol.1 No.1, Halaman 21-29

Tahun

2024

Penulis

Nurhayati M, Masri Masri, Muammar Muchtar

Reviewer

Ari Al Dini – 1222400074

Link Download

https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/jariqa

Tujuan

Bertujuan untuk mengetahui usaha yang ada di pesantren, strategi pengembangan ekonomi di pesantren, serta factor pendukung dan penghambat pengembangan ekonomi mikro di pesantren

Hasil

Menunjukkan ada berbagai macam usaha pengembangan ekonomi yang ada di pesantren seperti laundry, depot air galon, dan perternakan sapi.

Metode

Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan ekonomi

Kelebihan

1.       Kontribusi pada kemandirian

2.       Relevansi sosial dan ekonomi

3.       Penguatan ekonomi umat

4.       Penerapan model ekonomi

5.       Penggunaan metode yang tepat

6.       Studi kasus yang spesifik

Kekurangan

1.       Keterbatasan lingkup penelitian

2.       Kurangnya analisis mendalam

3.       Keterbatasan data

4.       Kurangnya inovasi

5.       Minimnya perspektif pelaku

 


Jurnal 2

Judul

Konsumsi Di Masa Pandemi Covid-19 Di Tinjau Dari Ekonomi Mikro Islam

Nama Jurnal

Jurnal Ilmu Akuntansi dan Bisnis Syariah (AKSY)

Vol dan Hal

Vol III / No 01, Halaman 29-48

Tahun

2021

Penulis

Ramadhani Irma Tripalupi

Reviewer

Ari Al Dini - 1222400074

Link Download

https://doi.org/10.15575/aksy.v3i1.12134

Tujuan

Untuk mengkaji konsumsi di masa pandemic covid – 19 ditinjau dari ekonomi mikro islam

Hasil

Bahwa konsumsi menurut islam dapat dijelaskan melalui pendekatan – pendekatan teori konsumsi pada ekonomi mikro konvensional. Perbedaannya konsumsi menurut islam terdapat prinsip – prinsip dan Batasan – Batasan Syariah. Konsep efesiensi dalam ekonomi konvensial adalah memaksimumkan kepuasan keinginan (want), sedangkan dalam kerangka islam adalah memaksimumkan pemenuhan kebutuhan (need)

Metode

Menggunakan kualitatif, metode diskriptif dan analisis eksplorasi dengan studi dokumentasi

Kelebihan

1.       Berbasis prinsip-prinsip islam

2.       Menyoroti pentingnya konsumsi beretika

3.       Pandangan holistik tentang kesejahteraan

4.       Menghadirkan solusi jangka Panjang

Kekurangan

1.       Kurangnya data empiris yang memadai

2.       Belum terintegrasinya system ekonomi islam secara global

3.       Kurangnya perspektif global

4.       Tantangan penerapan di situasi krisis global





Jurnal 3


Judul

Analisis Konsep Harga Dalam Ekonomi Mikro Islam

Nama Jurnal

Jurnal Penelitian Ilmu Sosial

Vol dan Hal

Vol.3 No.2, Halaman 13185-13192

Tahun

2022

Penulis

Zuwardi, Yongki A., Dienya A., Sen A., Cahyadi R.

Reviewer

Ari Al Dini – 1222400074

Link Download

https://s.innovative.org/index.php/innovative/article/view/1753

Tujuan

Untuk mengetahui konsep harga dalam ekonomi mikro islam

Hasil

Pemerintah menggunakan strategi yang sama (intervensi harga) untuk memenuhi perumahan, pangan, dan sandang banyak orang kebutuhan. Karena tuntutan masyarakat jauh lebih penting dari pada kebutuhan pribadi. Dari sudut pandang  ekonomi,  Ibnu Taimiyah juga menyatakan bahwa perubahan harga sering kali disebabkan oleh alas an lain, seperti kuota impor yang dibutuhkan masyarakat atau kekurangan produksi

Metode

Menggunakan jenis penelitian kepustakaan ( libary research)

Kelebihan

1.       Perspektif unik

2.       Relevansi dalam konteks islam

3.       Pendekatan teoritis yang komprehensif

4.       Kontribusi terhadap literasi ekonomi islam

Kekurangan

1.       Kurangnya data empiris

2.       Interprestasi subjektif

3.       Terlalu fokus pada aspek agama

4.       Kurangnya solusi aplikatif

5.       Kurangnya perbandingan dengan ekonomi konvensional

  


Tugas 2

Provinsi Jawa Tengah (Semarang) 

        1. Permintaan dari sumber daya laut 

        2. Penawaran dari sumber daya laut 

        3. Permintaan harga dari sumber daya laut Provinsi Jawa Tengah (Semarang)

        4. Bagaimana peran konsumen dalam mengelolah hasil sumber daya laut

        5. Bagaimana masyarakat dalam menyusun pentingnya konsumsi produk laut

        6. Cara mengelolah sumber daya laut 


1.    Permintaan terhadap sumber daya laut di emarang umumnya dipengaruhi oleh beberapa sector               antara lain perikanan , industri pengolahan hasillaut, dan pariwisata

    • perikanan: Semarang sebagai kota pesisir yang memiliki permintaan tinggi terhadap Ikan, udang dan produk laut lainnya.
    • Industri Pengolahan Hasıl laut: Perusahaan di Ssemarang bergerak dalam pengolahan hasil laut, seperti pengalengan ikan.
    • Pariwisata & Kuliner: Permintaan untuk produk laut segar Seperti kepiting loster, dan kerang

→→→Ekspor: Sebagai  kota Pelabuhan , Semarang juga memiliki Permintaan besar akan hasil laut untuk ekspor ke negara seperti Jepang, America Serikat dan Eropa.


2.    Penawaran sumber daya laut di Semarang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti ketersediaan           hasil laut, kondisi alam, Infrastruktur, serta kemampuan nelayan & industri perikanan. Aspek                   penawaran sumber daya laut di Semarang

  • Perikanan Tangkap

a.     Di Semarang Penangkapan ikan tergantung pada musim penangkapan, cuaca, dan kondisi                        ekosistem laut.

b.    Nelayan di Semarang masih mengandalkan teknik Penangkapan  tradisional

c.    Wilayah pesisir Semarang mengalami masalah lingkungan seperti sedimentasi, dan pencemaran

  • Perikanan Budidaya
  • Infrastruktur Perikanan
  • Teknologi & Modal
  • Dukungan pemerintah
  • Kendala lingkungan

3.    Penentuan harga jual hasil sumber daya laut di semarang dipengaruhi beberapa faktor

  1. Kondisi Penawaran dan permintaan

                a. Ketersediaan produk:  Saat musim penang kapan puncak harga cenderung lebih rendah

                b. Permintaan pasar : Permintaan untuk jenis ikan tertentu

      2. Biaya Produksi & Operasional

                a. Biaya penangkapan : Biaya bahan bakar, alat tangkap upah nelayan

                b. Biaya Budidaya : Semakin tinggi biaya produksi Semakin tinggi harga jual

       3. Jenis & Kualitas produk

                a. Jenis hasil laut

                b. kualitas produk

       4. Musim Penangkapan 

       5. Kebijakan Pemerintah

       6. Saluran Distribusi & Rantai Pasok


4.    Peran konsumen dalam mengelola hasil sumber daya laut di Semarang sangat penting karena               pilihan dan Perilaku konsumen secara langsung mempengaruhi kelestarian ekosistem laut serta               kelestarian nelayan & Industri perikanan. Beberapa cara konsumen berperan dalam pengelolahan 

  1. Memiih produk laut yang berkelanjutan
  2. Mendukung praktik perikanan lokal 
  3. Mengurangi pemborosan & konsumsi lokal 
  4. Edukasi & kesadaran lingkungan 

5.    Dengan menyadari pentingnya konsumsi produk laut dalam kehidupan sehari-hari mengutamakan 

  1. Sumber protein dan nutrisi
  2. Ketersediaan dan kemudahan akses
  3. Budaya kuliner 
  4. Dukungan ekonomi lokal
  5. Peningkatan kesadaran kesehatan

6.    Cara mengola sumber daya laut di Semarang 

  1. Pengelolahan berbasis komunitas melibatkan masyarakat pesisir dalam pengelolaan sumber daya laut. Menjaga keberlanjutan ekosistem seperti menjaga kelestarian terumbu karang, mangrove 
  2. Pengawasan dan penegakan hukum, memperkuat pengawasan terhadap aktivitas penangkapan ikan illegal, destruktif, dan penggunaan alat tangkap
  3. Rehabilitas ekosistem pesisir di Semarang Kawasan pesisir sering terdampak abrsasi dan penurunan tanah
  4. Pengembangan wisata bahari berkelanjutan  mengembangkan sektor wisata bahari dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan 
  5. Pengelolaan sampah laut meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan laut 
  6. Kolaborasi dengan akademisi & LSM fokus pada lingkungan laut untuk Bersama-sama melalukan riset, edukasi serta kampanye konversi laut
  7. Pengelolaan zonasi laut membuat zonasi laut yang jelas termasuk zona penangkapan ikan, zona konservasi, dan zona wisata.


Tugas 3

  • Mencari 3 kurva dan menjelaskan kegunaan, nama kurva, dan cara mengaplikasian kurva!


1.    Kurva Penawaran Toko Sepatu 


    Titik P pada grafik menunjukkan harga suatu                barang atau jasa pada sumbu vertikal (Tegak),            setiap titik pada sumbu mewakili harga tertentu.            Titik Q pada grafik menunjukkan pada kuantitas            atau jumlah barang yang diminta pada horizontal         (Datar), setiap titik pada sumbu ini mewakili                jumlah tertentu yang diminta pada harga yang            sesuai. Ketika terjadi perubahan harga, titik kurva         penawaran dimulai dari kiri bawah ke kanan atas.         Kurva penawaran mempunyai kemirigan (slope)         positif, berarti bahwa harga suatu barang tertentu         dan jumlah barang tersebut mempunyai hubungan         yang searah. Jadi, jika harga suatu barang                    mengalami kenaikan maka jumlah barang                    tersebut akan mengalami penurunan maka jumlah         barang yang ditawarkan akan menurun. Kurva            penawaran dapat bergeser ke kanan ( Meningkat )         atau ke kiri ( Menurun ) tergantung pada faktor faktor eksternal. Setiap titik yang semakin ke kanan maka semakin besar peningkatan jumlah barang atau jasa yang ditawarkan oleh produsen.

    Kurva Penawaran digunakan untuk berbagai tujuan dalam analisis ekonomi dan pengambilan keputusan pasar, kegunaan kurva penawaran antara lain: Menganalisis harga dan jumlah yang ditawarkan menunjukkan hubungan antara harga suatu barang dan jumlah yang produsen bersedia tawarkan untuk membantu produsen memahami bagaimana perubahan harga dapat mempengaruhi keputusan produksi, menentukan keseimbangan pasar ini adalah titik dimana jumlah barang yang ditawarkan sama dengan jumlah yang diminta oleh konsumen, mengukur respons produsen akan meningkatkan atau menurunkan penawaran jika harga berubah, menganalisis dampak kebijikan ekonomi  untuk menilai efek kebijakan seperti pajak,subsidi,atau regulasi terhadap jumlah barang yang ditawarkan, meramalkan perubahan penawaran akibat faktorb eksternal. Perencanaan produksi untuk membantu produsen merencanakan jumlah produksi berdasarkan harga pasar yang diterapkan.

    Cara pengaplikasian kurva penawaran 
  1. Sumbu vertikal (P) pada grafik diatas menunjukkan harga sepatu
  2. Sumbu Horizontal (Q) pada grafik diatas menunjukkan permintaan sepatu
  3. Untuk titi a pada grafik menunjukkan permintaan barang sejumlah 10 pasang sepatu dengan penawaran sebesar 150.000
  4. Untuk titik b pada grafik menunjukkan permintaan barang sejumlah 20 pasang sepatu dengan penawaran harga sebesar 200.000
  5. Untuk titik c pada grafik menunjukkan permintaan barang sejumlah 30 pasang sepatu dengan penawaran harga sebesar 250.000
  6. Untuk titik d pada grafik menunjukkan permintaan barang sejumlah 40 pasang sepatu dengan penawaran harga sebesar 300.000
  7. Untuk titik e pada grafik menunjukkan permintaan barang sejumlah 50 pasang sepatu dengan penawaran harga sebesar 350.000
  8. Ketika permintaan semakin bertambah maka grafik akan terus meningkat ke arah kanan .


2. Kurva Keseimbangan Bakso 
 



    Titik P pada grafik menunjukkan harga suatu barang atau jasa pada sumbu vertikl ( Tegak ), setiap titik pada sumbu mewakili harga tertentu. Titik Q pada grafik menunjukkan pada kuantitas atau jumlah barang yang diminta pada sumbu horizontal ( Datar ) setiap titik pada sumbu ini mewakili jumlah tertentu yang diminta pada harga barang yang sesuai. Sedangkan titik E pada grafik menunjukkan titik keseimbangan dimana penawaran dan permintaan bertemu. Disini harga dan kuantitas yang diinginkan oleh pembeli sama dengan yang ditawarkan. 

    Kurva keseimbangan digunakan menentukan harga keseimbangan membantu dalam menentukan harga dimana jumlah barang yang diminta sama dengan jumlah barang yang ditawarkan sehingga pasar berada dalam kondisi seimbang. Analisis perubahan  pasar dapat menganalisis dampak dari perubahan dalam permintaan atau penawaran, seperti perubahan kebijakan pemerintah, kondisi ekonomi, atau tren konsumen, pengambilan keputusan bisnis kemungkinan evaluasi apakah informasi dari kurva keseimbangan untuk menetapkan harga dan menentukan jumlah produksi yang optimal agar dapat memaksimalkan keuntungan, evaluasi efesiensi pasar apakah pasar berfungsi efesien, memastikan tidak ada kelebihan atau kekurangan barang yang menyebabkan pemborosan sumber daya, prediksi pergerakan pasar membantu  memprediksi pergerakan harga dan kuantitas barang dimasa depan berdasarkan pergeseran dalam kurva permintaan atau penawaran, memahami interaksi ekonomi memberikan wawasan tentang hubungan antara permintaan dan penawaran, serta bagaimana kedua faktor ini saling mempengaruhi dalam menentukan kondisi pasar.

    Cara pengaplikasian kurva keseimbangan
  1. Sumbu vertikal (P) pada grafik diatas menunjukkan harga bakso
  2. Sumbu horizontal (Q) pada grafik diatas menunjukkan permintaan bakso 
  3. Pada titik E pada grafik menunjukkan titk keseimbangan antara permintaan dengan penawaran tertentu
  4. Misal PE harga permangkok ( 6.000, QE banyak permintaan 160)
  5. QD ( Kuantitas Permintaan ) = QS ( Kuantitas Penawaran ) = QE ( Kuantitas Keseimbangan ) 
  6. PD ( Harga Yang Diminta ) = PS ( Harga yang Ditawarkan ) = PE ( Terbentuknya Harga Keseimbangan ) 
  7. Dengan permintaan mangkok sebanyak 160 porsi sama dengan ( Sebanding ) dengan harga 16.000 


3. Kurva Permintaan Bakso


 

    Titik P pada grafik menunjukkan harga suatu barang atau jasa pada sumbu vertikal ( Tegak ), setiap titk pada sumbu mewakili harga tertentu. Titik Q pada grafik menunjukkan pada kuantitas atau jumlah barang yang diminta pada sumbu horizontal
( Datar ), setiap titik pada sumbu ini mewakili jumlah tertentu yang diminta pada harga yang sesuai. Ketika terjadi perubahan harga, titik pada kurva permintaan akan bergeser ke titik baru yang menunjukkan perubahan kuantitas barang yang diminta (Pergerakan dari titik Q ke titik Q yang lain). Kurva permintaan umumnya memiliki gradien negatif, yang berarti semakin tinggi harga semakin rendah kuantitas yang diminta begitu juga sebaliknya semakin rendah harga maka semakin tinggi kuantitas yang diminta. Setiap A,B,C,D,E barang.

    Kurva permintaan digunakan untuk menggambarkan hubungan antara harga suatu barang atau jasa dan jumlah barang atau jasa yang diminta oleh konsumen pada berbagi tingkat harga, kegunaan kurva permintaan antara lain yaitu: Menentukan harga dan jumlah barang yang diminta pada berbagai tingkat harga, menganalisis elastisitas harga bagaimana respons konsumen terhadap  perubahan harga, merencanakan produksi mengetahui permintaan di berbagai tingkat harga, membantu pengambilan keputusan ekonomi untuk membuat keputusan terkait kebijakan ekonomi dan analisis perubahan faktor eksternal. 

    Cara pengaplikasian kurva permintaan 
  1. Sumbu vertikal (P) pada grafik diatas menunjukkan nilai harga bakso
  2. Sumbu horizontal (Q) pada grafik diatas menunjukkan permintaan bakso 
  3. Untuk titik A pada grafik menunjukkan penawaran harga sebesar 20.000, dengan permintaan menunjukkan 120 porsi bakso 
  4. Untuk titik B pada grafik menunjukkan penawaran harga sebesar 18.000, dengan permintaan menunjukkan 140 porsi bakso
  5. Untuk titik C pada grafik menunjukkan penawaran harga sebesar 16.000, dengan permintaan menunjukkan 160 porsi bakso 
  6. Untuk titik D pada grafik menunjukkan penawaran harga sebesar 14.000, dengan permintaan menunjukkan 180 porsi bakso
  7. Untuk titk E pada grafik menunjukan penawaran harga sebesar 12.000, dengan permintaan menunjukkan 200 porsi bakso
  8. Jadi ketika harga menurun maka permintaan semakin meningkat sebaliknya ketika harga meningkat maka permintaan menurun. 

Tugas 4

  • Cari perusahaan BUMN, Go Publik, dan Swasta 
    1. Jelaskan bagaimana mekanisme pasar setiap perusahaan !
    2. Bagaimana proses dari perusahaan dan harga barang dari perusahaan
    3. Bagaimana jasa yang dilakukan 
    4. Bagaimana permintaan dan penawaran dari produk perusahaan tersebut dari produk yang dihasilkan 
    5. Alokasi sumber daya efesiennya seperti apa 

  • PT Kereta Api Indonesia (Persero)
  1. Mekanisme pasar PT KAI beroperasi dalam konteks industri transportasi dimana permintaan dan penawaran jasa transportasi kereta api menjadi komponen utamanya. PT KAI bertindak sebagai penyedia layananan transportasi kereta api dengan harga dan aturan yang mengikuti kebijakan pemerintah serta dinamika pasar. Mekanisme dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu, penawaran layanan, harga tiket, subsidi dan kebijakan pemerintah, persaingan dan pasar, dan penawaran khusus dan promo. Mekanisme pasar PT KAI melibatkan interaksi antara kebijakan pemerintah, dinamika permintaan – penawaran, dan persaingan dengan modal transportasi lain.
  2. Proses operasional KAI mencakup berbagai tahadapan yang memastikan pelayanan yang aman, efisien, dan nyaman bagi penumpang. 
   a.    Perencanaan Jadwal Perjalanan
          -    Analisis Kebutuhan: melakukan analisis penumpang
          -    Penyusunan Jadwal: disusun dengan mempertimbangkan waktu tempuh, frekuensi, dan
                kebutuhan masyarakat.
  b.  Pemesanan dan Penjualan Tiket
          -   Pemesanan tiket
          -   Pencetakan tiket 
  c.    Persiapan Keberangkatan 
  d.    Keberangkatan Kereta 
  e.    Selama perjalanan 
  f.     Kedatangan dan Pemberhentian 
  g.    Layanan Pelanggan 
Harga tiket KAI bervariasi tergantung dari beberapa faktor yaitu: Jenis kereta, jarak tempuh, waktu perjalanan, promo dan diskon, dan pembelian tiket.

    3.    PT Kereta Api Indonesia menyediakan berbagai jenis jasa transportasi dan layanan. Jasa utama               yang dilakukan oleh KAI: 
           a.    Angkutan Penumpang: Kereta api jarak jauh, kereta api komuter (KRL), kereta api lokal,                      kereta bandara
           b.    Angkutan Barang: Angkutan peti kemas, angkutan BBM dan CPO, angkutan semen, batu                      bara dan logistik industry
           c.   Jasa Logistik: KAI logistik, parcel train
           d.   Jasa Pariwisata: Kereta wisata, layanan tur kereta api
           e.   Jasa Pengelolaan Stasiun dan Properti: Penyewaan ruang komersial di stasiun, pengelolaan                   lahan dan property
    4.    Permintaan dan penawaran dipengaruhi berbagai faktor termasuk tren ekonomi, prefensi                       masyarakat, dan infrastruktur transportasi
a. Permintaan
- Kenaikan populasi dan urbanisasi
- Harga tiket
- Kenyamanan dan kecepatan 
- Program promosi dan diskon
- Ketersediaan sarana dan prasarana 
b. Penawaran
- Jadwal perjalanan 
- Tipe kereta dan kelas
- Kapasitas kereta
- Infrastruktur dan investasi 
- Kualitas pelayanan 

5. Alokasi sumber daya yang efesien di PT KAI melibatkan pengelolaan sumber daya optimal untuk         mendukung operasi dan pelayanan angkutan kereta api. Strategi dan praktik
a. Perencanaan operasional yang baik: Jadwal kereta yang efesien, penjadwalan sumber daya                    manusia.
b.    Penggunaan Tekonologi: TMS, digitalisasi 
c.    Pemeliharaan Aset: Jadwal pemeliharaan rutin, investasi dalam teknologi pemeliharaan 
d.    Pengelolaan Anggaran: Analisis biaya, optimalisasi pengeluaran 
e.    Diversifikasi Layanan: Layanan kargo, kemitraan strategis 
f.    Peningkatan Kualitas Layanan: Pelatihan karyawan, umpan balik pelanggan 
g.    Manajemen Resiko: Analisis resiko, sistem keamanan yang efisien 
h.    Sustainabillity: Energi tabarukan, program lingkungan 

  • PT Mitra Tirta Buwana

  1. Mekanisme pasar yang diterapkan PT Mitra Tirta Buwana melibatkan beberapa aspek yang mempengaruhi cara perusahaan beroperasi dalam memenuhi permintaan dan penawaran di pasar. Mekanisme pasar di PT Mitra Titra Buwana

  1. Permintaan dan penawaran: Permintaan produk didistribusikan dipengaruhi oleh kebutuhan konsumen, tren pasar, dan musiman

  2. Harga: Penetapan harga ditentukan berdasarkan biaya produksi, biaya distribusi dan analisis pasar, diskon dan promosi meningkatkan penjualan.

  3. Saluran Distribusi: Strategi distribusi berbagai saluran distribusi termasuk grosir, retail, dan e-commerce, rantai pasokan

  4. Kompetisi: Analisis pesaing membantu dalam merumuskan strategi untuk membedakan inovasi produk untuk menghadapi persaingan yang ketat

  5. Regulasi dan Kebijakan: Kepatuhan regulasi, perubahan kebijakan

  6. Penggunaan Tekonologi

  7. Umpan Balik Konsumen



  1. - Proses bisnis mencakup berbagai langkah yang dirancang untuk memastikan distribusi produk yang efisien dan efektif. Melibatkan langkah-langkah yang terintegrasi mulai dari pengadakan (Sourcing), pengelolaan investasi, proses distribusi, pemasaran dan penjualan, layanan langganan, pengelolaan data dan analisis, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), dan evaluasi dan perbaikan. Dengan fokus pada efisiensi, kepuasan pelanggan, dapat mempertahankan daya saing dan pertumbuhan di pasar distribusi.

-Proses penentuan harga di PT Mitra Tirta Buwana melibatkan analisis yang mendalam dan strategis yang terencana untuk memastikan harga yang kompetitif dan sesuai dengan nilai yang diberikan kepada pelanggan. Perusahaan dapat meningkatkan profitabilitas sambal tetap memenuhi kebutuhan pasar.



  1. PT Mitra Tirta Buwana menyediakan berbagai jasa di sektor distribusi dan logistik yang dirancang untuk mendukung kebutuhan pelanggan dan meningkatkan efisiensi operasional.



  1. -Permintaan

  1. Kebutuhan Pelanggan: Dipengaruhi oleh kebutuhan dan prefensi pelanggan

  2. Harga Produk: Jika harga produk terlalu tinggi permintaan cendurung menurun berlaku sebaliknya

  3. Kondisi Ekonomi: Tingkat pendapatan dan kondisi ekonomi secara keseluruhan dapat mempengaruhi daya beli konsumen

  4. Tren Pasar: Perubahan dalam tre konsumen

-Penawaran

  1. Biaya Produksi: Biaya bahan baku, tenaga kerja, dan biaya overhead

  2. Kapasitas Produksi: Kapasitas produksi terbatas penawaran mungkin tidak dapat memenuhi permintaan

  3. Persaingan Pasar: Keberadaan pesaing di pasar juga mempengaruhi penawaran



Permintaan dan penawaran di PT Mitra Tirta Buwana merupakan bagian integral dari operasional perusahaan, dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi keduanya

  1. Alokasi Sumber Daya yang Efisien

  1. Manajemen Rantai Pasokan

  • Optimalisasi rantai pasokan

  • Just-in-time (JIT)

  1. Pengelolaan Investasi

  • Sistem manajemen investasi

  • Analisis data penjualan

  1. Optimalisasi Proses Produksi

  • Automatisasi

  • Pengendalian kualitas

  1. Penggunaan Teknologi Informasi

  • Sistem KRP

  • Analisis data dan pelapor

  1. Pengembangan Sumber Daya Manusia

  • Pelatihan karyawan

  • Tim multidisiplin

Alokasi sumber daya yang efisien di PT Mitra Tirta Buwana melibatkan pengelolaan yang cermat dari seluruh aspek operasional perusahaan, termasuk rantai pasokan, produksi dan sumber.







  • PT Coca Cola Botting

  1. Mekanisme pasar PT Coca Cola antara lain:

  • Strategi Pemasaran: Coca- cola menerapkan strategi pemasaran yang disesuiakan dengan budaya dan bahasa lokal disetiap negara. Coca cola menawarkan berbagai jenis kemasan dengan harga yang beragam untuk menjangkau pelanggan dengan berbagai prefensi.

  • Strategi Distribusi: Berfokus pada peluang lokal dengan menjual komponen yang diperlukan

  • Segmentasi Pasar: Mempertimbangkan variable demografi, seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendapatan, agama dan profesi.

  • Penetapan Harga: Menyesuaikan harga produk untuk pasar internasional untuk mempertimbangkan faktor ekonomi lokal dan kondisi lingkungan yang berbeda.

  • Layanan Pelanggan: Menarik pelanggan baru, mempertahankan pelanggan saat ini dan membangun citra merk.

  1. Proses operasional dari PT Coca Cola melibatkan beberapa tahapan

  • Pengadaan Bahan Baku: Proses ini mencakup pemilihan pemasok yang dapat memenuhi standar kualitas yang ketat.

  • Produksi: Meliputi pencampuran, pemanasan, pengemas, dan pengendalian kualitas

  • Pengemasan: Dilakukan dengan perhatian khusus terhadap desain dan label produk untuk menarik konsumen

  • Distribusi: Bekerja sama dengan distributor dan pengecer untuk menjangkau pasar yang lebih luas

  • Pemasaran: Iklan, promosi, sponsorship, dan kampanye pemasaran digital

  • Layanan Langganan: Untuk mendengarkan umpan balik, mengatasi keluhan, dan membangun hubungan yang baik.

Proses penentuan harga PT Coca Cola melibatkan beberapa langkah dan pertimbangan

  • Analisis Biaya: Menentukan semua pengeluaran yang terkait dengan produksi, distribusi, dan pemasaran produk

  • Penelitian Pasar: Memahami permintaan konsumen

  • Segmentasi Pasar: Menyesuaikan harga berdasarkan daya beli dan prefensi masing-masing

  • Strategi penetapan harga

. Penetapan harga premium

. Penetapan harga kompetitif

. Penetapan harga penetrasi

  • Uji coba harga



  1. Jasa yang dilakukan di PT Coca Cola

  • Dukungan pemasaran

  • Pelatihan dan pengembangkan

  • Layanan pelanggan

  • Program kesehatan dan kebugaran

  • Kegiatan tanggung jawab sosial



  1. A. Permintaan

  • Prefensi Konsumen: Rasa, kemasan dan inovasi produk baru

  • Harga: Jika harga terjangkau kemungkinan besar permintaan akan meningkat

  • Musiman: Meningkat pada saat cuaca panas atau selama perayaan dan liburan

  • Kampanye Pemasaran: Meluncurkan kampanye iklan yang menarik

  • Kesadaran Kesehatan: Masyarakat yang semakin sadar akan kesehatan dapat mempengaruhi permintaan

B. Penawaran

  • Produksi: Kapasitas produksi yang tinggi memungkinkan mereka menawarkan produk dalam jumlah besar

  • Rantai Pasokan: Bekerja sama dengan distributor untuk mencapai pasar yang lebih luas

  • Harga: Penetapan harga yang kompetitif dapat meningkatkan penawaran produk pasar

  • Regulasi dan Kebijakan: Kebijakan pemerintah dan regulasi terkait industri makanan dan minuman



  1. Alokasi sumber daya yang efisien di PT Coca Cola Indonesia melibatkan strategi dan praktik yang dirancang untuk memaksimalkan penggunaan sumber daya terbatas. Cara mengelola alokasi

  • Optimalisasi rantai pasokan

  • Penggunaan teknologi modern

  • Pengelolaan energi dan air

  • Inovasi produk


Tugas 5

1.       Fungsi Permintaan

Q1 = 4 , P1 = 40.000

Q2 = 6 , P2 = 36.000

Tentukan fungsi permintaan jika harga barang 33.000 dengan gambar kurva

2.       Fungsi Penawaran

Q1 = 30 , P1 = 120.000

Q2 = 40 , P2 = 160.000

Tentukan fungsi penawaran jika harga barang 60.000. Berapa Qs dan gambar kurva

3.       Elastis Permintaan

Q1 = 400 , P1 = 60.000

Q2 = 600 , P2 = 40.000

Hitung dan gambar

4.       Elastis Penawaran

Q1 = 100 , P1 = 4000

Q2 = 50 , P2 = 2000

Hitung dan gambar

 

Jawab

1.       Diket :

Q1 = 4 , P1 = 40.000

Q2 = 6 , P2 = 36.000

Ditanya : Qd?

 

Jawab  : 


 

16.000-4000Q = 2P-80.000-16.000

-4.000Q = 2P-96.000

Q =

Q = 24 – 0,0005 P

·       Jika harga barang 33.000, maka Q = 24-0,0005 (33.000)

   = 24-16,5

   = 7,5

 

 Gambar


2.       Diket :

Q1 = 30 , P1 = 120.000

Q2 = 40 , P2 = 160.000

Ditanya : Qs ?

Jawab  : 


 

40.000Q – 1.200.000 = 10P – 1.200.000

40.000Q = 10P – 1.200.000 + 1.200.000

Q =

Q =0,00025 P

·       Jika harga barang 60.000, maka Q = 0,00025 (60.000)

Q = 15

Gambar

 


3.       Diket : 


Ditanya : Ed ?

Jawab :


Gambar


4.       Diket :


Ditanya : Es?

Jawab :


Gambar 



Tugas 6

  1. Tirta Mekar Jaya ( CV )

Latar Belakang

Perusahaan CV. Tirta Mekar Jaya adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi dan distribusi air minum murni dalam kemasan, dimana produk yang dihasilkan tersedia dalam gelas 240 ml. CV. Tirta Mekar Jaya didirikan pada tahun 1996, yang beralamat di Jl. Ngasem, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57179. Visi dari perusahaan ini adalah menjadi perusahaan AMDK terbaik dan termuka dalam skala nasional, dan memiliki beberapa misi menyediakan produk berkualitas dan pelayanan tepat waktu kepada pelanggan dengan harga kompetitif, menciptakan komunikasi yang efektif dengan pelanggan, mengembangkan kompetensi dan integritas sumber daya manusia (SDM) untuk peningkatan kerja berkesinambungan.

Kesimpulan

Dengan demikian CV. Tirta Mekar Jaya sebuah perusahaan yang bergerak di bidang distribusi dan pemasaran produk kebutuhan sehari-hari, termasuk air minum dalam kemasan. Dengan pengalaman yang Panjang, CV. Tirta Mekar Jaya terus meningkatkan reputasi melalui kemitraan yang solid dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.



  1. PT. Jasa Marga Tbk ( Firma )

Latar Belakang

PT. Jasa Marga (Persero) Tbk adalah sebuah badan usaha milik negara indonesia yang bergerak di bidang pengusahaan jalan tol. Perusahaan ini dibentuk pada tanggal 1 Maret 1978, kantor pusat Jakarta, Indonesia. Akhir tahun 2020 perusahaan ini memegang hak konsesi atas 34 ruas jalan tol sepanjang 1.603 kilometer di Indonesia yang pengoperasiaanya di bagi ke dalam tiga kantor regional. Memiliki visi menjadi perusahaan pengelolaan jalan tol terbaik, terpecaya, inovatif, dan berintegritas, dan memiliki misi antara lain membangun teknologi keputusan korporasi, menyediakan jasa layanan jalan tol yang lancar, aman, nyaman berbasis teknologi, membangun jalan tol yang berkualitas dengan efektif dan efisien, mengoptimalkan pengembangan Kawasan untuk kemajuan masyarakat.

Kesimpulan

PT. Jasa Marga (Persero) Tbk perusahaan milik Indonesia bergerak dalam pembangunan, pengelolaan, dan pemeliharaan jalan tol. Jasa marga menjadi pemimpin dalam industri jalan tol di Indonesia, memainkan peran penting dalam mendukung konektivitas nasional dan pertumbuhan ekonomi. Dengan jaringan jalan tol terluas di Indonesia, perusahaan ini terus berinovsi memlalui sistem pembayaran dan pemantauwan lalu lintas untuk meningkatkan layanan pengguna.



  1. PT. Pertamina ( Perseroan Terbatas )

Latar Belakang

PT. Pertamina adalah sebuah perusahaan minyak dan gas alam milik negara Indonesia yang berkantor pusat di Jakarta. Perusahaan ini didirikan pada bulan Agustus 1968 melalui penggabungan Pertamin (didirikan tahun 1961) dan Permina (didirikan pada 10 Desember tahun 1957). Pada tahun 2020, perusahaan ini merupakan produsen minyak mentah terbesar ke tiga di Indonesia setelah perusahaan yang berbasis AS. Mempunyai visi “menjadi perusahaan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi kelas dunia” dan misinya “menjalankan kegiatan sektor hulu minyak dan gas untuk memberikan nilai tambah pada pemangku kepentingan melalui pelaksanaan operasi yang unggul dan berorientasi komersial dengan menekankan aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan.

Kesimpulan

Dengan demikian PT. Pertamina (Persero) adalah perusahaan yang memegang peran penting dalam ekonomi nasional, pertamina bertanggung jawab atas pengelolaan sumber daya energi, distribusi BBM, serta pengembangan energi baru dan tabarukan. Transformasi guna menghadapi tantangan global.



  1. PT. Bank Rakyat Indonesia ( Perusahaan Negara )

Latar Belakang

PT. Bank Rakyat Indonesia atau dikenal BRI adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. PT. Bank Rakyat Indonesia didirikan di Puwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja pada tanggal 16 Desember 1895. PT. Bank Rakyat Indonesia bergerak dibidang ekonomi, keungan, dan jasa. Visi dari BRI adalah menjadi bank komersasi termuka yang selalu mengutamakan kepuasaan nasabah dan memiliki misi melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan mengutamakan pelayanan kepada segmen mikro, kecil, dan menengah.

Kesimpulan

Bank Rakyat Indonesia secara keseluruhan berperan penting dalam mendukung inklusi keuagan di Indonesia, terutama melalui dukungan terhadap sektor UMKM dan inovasi digital yang memperluas jangkauan pelayanannya.



  1. Mitra Indonesia ( Koperasi )

Latar Belakang

Koperasi Mitra Indonesia jasa keungan Syariah adalah Lembaga swasta yang bergerak dibidang jasa simpan pinjam. Koperasi Mitra Indonesia didirikan pada tahun 1992 di Jakarta, Indonesia. Koperasi ini berfokus pada pemberdayaan anggota melalui berbagai kegiatan usaha yang menguntungkan. Memiliki visi yaitu menjadi koperasi yang berkembang dan bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dan misinya yaitu membangun bisnis dan pelayanan yang luas kepada anggota koperasi.

Kesimpulan

Koperasi Mitra Indonesia ( KMI ) adalah sebuah koperasi yang berfokus pada pemberdayaan, bertujuan untuk membantu anggota mencapai kesejahteraan melalui prinsip-prinsip koperasi yang mengutamakan kebersamaan, saling membantu, dan kesetaraan. KMI berupaya meningkatkan daya saing dan pertumbuhan ekonomi.





Tugas 7

Data Produksi Padi ( TON ) di Kabupaten Tuban tahun 2012-2022



  1. Jelaskan apa faktor produksi utama dari faktor produksi tersebut!

Faktor produksi utama dari produksi padi sawah di Kabupaten Tuban meliputi:

  • Luas Lahan : Luas lahan pertanian yang tersedia sangat mempengaruhi hasil produksi padi

  • Benih : Kualitas benih yang digunakan berperan penting dalam meningkatkan produktivitas

  • Pupuk : Penggunaan pupuk berkontribusi signifikan terhadap hasil panen

  • Tenaga Kerja : Ketersediaan dan keterampilan tenaga kerja faktor penting dalam proses produksi

  • Teknologi : Pemanfaatan teknologi pertanian modern



  1. Bagaimana pengaruh permintaan terhadap produksi yang ada di Kabupaten Tuban

Permintaan terhadap faktor produksi di Kabupaten Tuban mempngaruhi ketersediaan dan penggunaan sumber daya pertanian seperti lahan,tenaga kerja, dan input pertanian. Ketika permintaan meningkat petani cenderung meningkatkan produksi yang membutuhkan lebih banyak tenaga kerja dan pemanfaatan lahan secara optimal, begitu juga sebaliknya oleh karena itu fluktuasi permintaan dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi lokal dan keberlanjutan produksi pertanian.



  1. Bagaimana tantangan yang dihadapi dalam mengelola faktor produksi di era modern yang ada di Kabupaten Tuban

Tantangan utama yang dihadapi

  • Perubahan Iklim : Menyebabkan ketidakpastian dalam hasil pertanian, mempengaruhi pola tanam dan produktivitas

  • Fluktuasi Harga Komoditas : Harga komoditas pertanian sering turun saat panen raya

  • Keterbatasan Modal dan Tenaga Kerja : Sering mengalami kesulitan dalam mendapatkan modal kerja dan menghadapi penurunan minat tenaga kerja

  • Alih Fungsi Lahan : Konversi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian mengurangi luas lahan yang tersedia untuk pertanian

  • Akses terhadap Teknologi : Adopsi teknologi pertanian masih rendah, yang membatasi efisiensi dan produktivitas







Tugas 8

  1. Sebuah perusahaan di pasar persaingan sempurna produksi barang dengan biaya tetap sebesar 35.000 dan biaya variable sebesar 10 per unit, jika perusahaan tersebut menjual produknya 20 per unit berapa

  1. Hitung biaya total TC

  2. Hitung pendapatan total TR

  3. Hitung laba

  4. Tentukan jumlah unit untuk memaksimalkan laba



Jawab

  1. Diket : FC = 35.000

Per Unit = 10

Jawab : VC = 10 x Q

TC = 35.000 + ( 10 x Q )

  1. Diket : P = 20

Jawab : TR = 20 x Q

  1. Diket : TR = 20 x Q

TC = 35.000 + ( 10 x Q )

Jawab : TR – TC

Laba = ( 20 x Q ) – ( 35.000 + ( 10 x Q ) )

= 20 Q – 35.000 – 10 Q

= 20 Q – 10 Q – 35.000

= 10 Q – 35.000

  1. Diket : Per Unit = 10

FC = 35.000

Jawab : 10 Q – 35.000 = 0

10 Q = 35.000

Q =

Q = 3. 500

Jadi, jumlah untuk memaksimalkan laba sebesar 3.500



  1. Dalam persaingan pasar sempurna carilah contoh yang ada di Kabupaten Kota Tuban

Contoh pasar persaingan sempurna yaitu Pasar Bangilan dan Pasar Baru

  • Pasar Bangilan : Didirikan pada tahun 1985, mempunyai 562 pedagang yang menjual berbagai barang kebutuhan sehari – hari

  • Pasar Baru : Didirikan pada tahun 1980, mempunyai jumlah pedagang mencapai 1.506



  1. Beri kesimpulan bagaimana pasar sempurna pada Kabupaten Kota yang kalian ambil

Pasar sempurn di Kabupaten Tuban terlihat dari pasar tradisional seperti Pasar Bangilan dan Pasar Baru yang keduanya memiliki banyak pedagang da barang serupa, kedua pasar ini menyediakan berbagai kebutuhan sehari – hari dengan sistem tawar – menawar. Revitalisasi pasar dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan menarik para pembeli untuk membeli kembali. Hal ini untuk menunjukkan upaya pemerintah untuk menjaga keberlangsungan pasar tradisional di tengah persaingan dengan pasar modern dan platfrom belanja online.





Tugas 9

  1. Diket :

  • TC = 3Q4 – 16Q3 + 60Q2 + 40Q

  • Harga jual per unit adalah 42Q2

Ditanya :

  1. Hitung jual produk untuk mencapai keuntungan yang max!

  2. Hitung jual keuntungan yang max!



Jawab

  • TC = 3Q4 – 16Q3 + 60Q2 + 40Q

  • MC = 12Q3 – 48Q2 + 120Q + 40

  • TR = P x Q

= ( 42Q2) Q

= 42Q3

  1. MR = MC

12Q3 – 48Q2 + 120Q + 40 = 126Q2

12Q3 – 48Q2 + 126Q2+ 120Q + 40 = 0

12Q3 – 174Q2 + 120Q + 40 = 0



  • Q12 =

=

=

=

Q1 =

=

= 7, 45 atau 7,5

Q2 =

=

= 7, 044 atau 7

  1. A. Laba = TR -TC

= ( 42Q3) –( 3Q4 – 16Q3 + 60Q2 + 40Q)

= ( 42 (7,5)3) – (3 (7,5)4 – 16(7,5)3 + 60(7,5)2 + 40(7,5))

= ( 42 (421,875)) – (3 (421,875) – 16 (56,25) + 300)

= 17. 718 – 1.265 – 900 + 300

= 15. 835



B. Laba = TR – TC

= ( 42Q3) –( 3Q4 – 16Q3 + 60Q2 + 40Q)

= ( 42(7)3) –( 3(7)4 – 16(7)3 + 60(7)2 + 40(7))

= ( 14. 406 ) – 7.203 + 5. 488 – 2.940 – 280

= 14. 406 – 4.935

= 9.471





Tugas 10

  1. Diketahui :

  • Permintaan pasar pertama Q1 = 16 – 4P1

  • Permintaan pasar kedua Q2 = 32 – P2

  • Biaya rata – rata sebesar 4

Ditanya :

  • Hitunglah laba maksimum pada diskriminasi harga produk!

  • Hitunglah laba maksimum tanpa praktek diskriminasi produk!

Jawab :

  • Struktur Biaya

AC = 4

TC = AC x Q

TC = 4Q

MC = 4

  • Pasar Pertama

Q1 = 16 – 4P1

4P1 = 16 - Q1

P = 4 – 0,25 Q

TR = P x Q

= ( 4 – 0,25 Q) Q

= 4Q – 0,25Q2

MR = 4 – 0,5Q

  • Pasar Kedua

Q2 = 32 – P2

P2 = 32 – Q2

TR = P x Q

= ( 32 – Q2) Q

= 32 Q – Q22

MR = 32 – 2 Q2



  • Laba Maksimum Pasar Pertama

MR1 = MC

4 – 0,5Q1 = 4

-0,5 Q1 = 4 – 4

Q1 = 0



Q1 = 16 – 4P1

0 = 16 – 4P1

4P1 = 16

P1 = 4

  • Laba 1 = TR – TC

= ( P x Q ) – TC

= ( 4 x 0 ) – ( 4 x 0 )

= 0

  • Laba Maksimum Pasar Kedua

MR2 = MC

32 – 2 Q2 = 4

-2 Q2 = 4 – 32

-2 Q2 = -28

Q2 =

Q2 = 14



Q2 = 32 – P2

14 = 32 – P2

P2 = 32 – 14

P2 = 18



  • Laba = TR – TC

= ( P x Q ) – TC

= ( 18 x 14 ) – (4 x 14 )

= 252 – 56

= 196

  • Laba Maksimum Pasar Total

Laba total = Laba 1 + Laba 2

= 0 + 196

= 196



  • Laba Maksimum Tanpa Praktek

MR = MC

36 – 2,5 Qt = 4

-2,5Qt = 4 – 36

-2,5Qt = - 32

Qt =

Qt = 12, 8



Qt = 48 – P

12,8 = 48 – P

P = 48 – 12,8

P = 7,04



  • Laba = TR – TC

= ( P x Q ) – ( AC x Q )

= ( 7, 04 x 12,8) – ( 4 x 12,8 )

= 90, 112 – 51,2

38, 9112 atau 39





Tugas 11

  1. Diket :

P = 125 – 5Q

TC = 7 + 2Q

Ditanya :

Laba yang diperoleh perusahaan ?

Jawab :

  • P =125 – 5Q

  • TR = PQ

TR = (125 – 5Q)Q

TR = 125Q – 5Q2

  • MC = 125 – 10Q

  • MC = TC1

MC = 7 + 2Q

MC = 2

  • Syarat tercapainya laba maksimum adalah MR = MC

  • 125 – 10Q = 2

-10Q = 2 – 125

-10Q = -123

____________

10Q = 123

Q = 12,3

  • P = 125 – ( 5 x 12,3)

= 125 – 61,5

P = 63,5

  • = PQ – TC

= ( 63,5 x 12,3) – ( 7 + 2 x 12,3)

= 781,05 – 31,6

= 749,45



  1. Diket :

Q1 = 300 – 15P

Q2 = 150 – 5P

Ditanya :

  1. Gambarkan kurva permintaan marjinal ( MR) yang relevan bagi perusahaan ?

  2. Pada harga jual berapa pesaing akan beraksi?

  3. Hitung interval harga jual yang menyebabkan perusahaan tidak akan mengubah output

Jawab :

  1. Titik koordinat D1:

  • Saat Q = 0 maka

Q1 = 300 – 15P

0 = 300 – 15P

15P = 300

P = 20

  • Saat P = 0 maka

Q = 300 – 15P

Q = 300 – 15 (0)

Q = 300

  • Sehingga kurva D1 akan melewati titik (P,Q) = (20,0) dan (P,Q) = (0,300)

  • Titik koordinat D2:

Saat Q = 0 maka

Q = 150 – 5P

0 = 150 – 5P

5P = 150

P = 30

  • Saat P = 0 maka

Q = 150 – 5P

Q = 150 – 5(0)

Q = 150

  • Sehingga kurva D2 akan melewati titik (P,Q) = (30,0) dan (P,Q) = (0,150)

  • Titik keseimbangan pasar oligopoly

Q1 = Q2

300 – 15P = 150 – 5P

-5P + 15P = 150 – 300

-10P = -150

P =

P = 15

Q = 300 – 15P

Q = 300 – 15(15)

Q = 300 – 225

Q = 75

Gambar Kurva

  1. Perusahaan pesaing akan bereaksi jika harga jual yang diterapkan lebih rendah dari P*, karena P* adalah titik potong Q1 dengan Q2 maka besarnya P* dapat diketahui:

Q1 = Q2

300 – 15P = 150 – 5P

-5P + 15P = 150 – 300

-10P = -150

P =

P = 15

  1. Jumlah output keseimbangan pasar

Q = 300 – 15P

Q = 300 – 15(15)

Q = 300 – 225

Q = 75 unit

























Komentar